Rabu, 13 November 2013

Penyair Yahudi Sebut Israel Negara Fasis

Nazaret: Salah seorang penyair yahudi, Natan Zach (83) menyatakan, zionis gagal merealisir tujuannya, negara susu dan madu yang dijanjikan telah berubah menjadi kejahatan dan kerusakan.
Kepada koran Yediot Aharonot, Zach yang meraih penghargaan sastra di Israel ini menganggap penjajah zionis merupakan sumber kerusakan, kekerasan dan kejahatan.
Zach yang lahir di Jerman ini menyerukan untuk memboikot permukiman yahudi, dan ia menyatakan keinginannya untuk tidak mengakhiri hidupnya di sebuah negara yang menganut sistem rasial (Apartheid) .
Zach menyebutkan, usia terindah yang dilaluinya pada usia 13 tahun hidup di Inggris, sebelum eksodus ke Palestina. Ia menyatakan, “Seandainya aku tahu bahwa zionis akan berujung dengan negara ini, yang hidup dengan pedang, tentu aku akan tetap tinggal di Eropa, sungguh aku telah lari dari negara nazi, namun aku dapati saat ini aku hidup di negara fasis.
Hal ini terlihat dengan datangnya para yahudi Rusia yang terpengaruh dengan ideologi Balsefik yang tangan mereka berlumuran darah warga Checnya, di samping para yahudi dari Timur yang sangat benci terhadap warga Arab. (qm)

Senin, 11 November 2013

EMAS DI MONAS ITU SUMBANGAN ORANG ACEH

Ternyata 38 kg emas yang dipajang di puncak tugu Monumen Nasional (Monas) Jakarta, 28 kg di antaranya adalah sumbangan dari salah seorang saudagar Aceh yang pernah menjadi orang terkaya Indonesia, Teuku Markam Orang-orang hanya tahu bahwa emas tersebut memang benar sumbangan saudagar Aceh. Namun tak banyak yang tahu, bahwa Teuku Markam-lah saudagar yang dimaksud itu Itu baru segelintir sumbangan Teuku Markam untuk kepentingan negeri ini. Sumbangsih lainnya, ia pun ikut membebaskan lahan Senayan untuk dijadikan pusat olah raga terbesar Indonesia. Tentu saja banyak bantuan-bantuan Teuku Markam lainnya yang pantas dicatat dalam memajukan perekonomian Indonesia di zaman Soekarno, hingga menempatkan Markam dalam sebuah legenda. Di zaman Orba, karyanya yang terbilang monumental adalah pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Jalan Medan-Banda Aceh, Bireuen-Takengon, Meulaboh, Tapaktuan dan lain-lain adalah karya lain dari Teuku Markam yang didanai oleh Bank Dunia Mengingat peran yang begitu besar dalam percaturan bisnis dan perekonomian Indonesia, Teuku Markam pernah disebut-sebut sebagai anggota kabinet bayangan pemerintahan Soekarno. Peran Markam menjadi runtuh seiring dengan berkuasanya pemerintahan Soeharto. Ia ditahan selama delapan tahun dengan tuduhan terlibat PKI. Harta kekayaannya diambil alih begitu saja oleh Rezim Orba. Pernah mencoba bangkit sekeluar dari penjara, tapi tidak sempat bertahan lama. Tahun 1985 ia meninggal dunia. Aktivitas bisnisnya ditekan habis-habisan. Ahli warisnya hidup terlunta-lunta sampai ada yang menderita depresi mental. Hingga kekuasaan Orba berakhir, nama baik Teuku Markam tidak pernah direhabilitir. Anak-anaknya mencoba bertahan hidup dengan segala daya upaya dan memanfaatkan bekas koneksi-koneksi bisnis Teuku Markam. Dan kini, ahli waris Teuku Markam tengah berjuang mengembalikan hak-hak orang tuanya. Mengenal Lebih Dekat Sosok Teuku Markam? Teuku Markam turunan uleebalang. Lahir tahun 1925. Ayahnya Teuku Marhaban. Kampungnya Seuneudon dan Alue Capli, Panton Labu Aceh Utara. Sejak kecil Teuku Markam sudah menjadi yatim piatu. Ketika usia 9 tahun, Teuku Marhaban meninggal dunia. Sedangkan ibunya telah lebih dulu meninggal. Teuku Markam kemudian diasuh kakaknya Cut Nyak Putroe. Sempat mengecap pendidikan sampai kelas 4 SR (Sekolah Rakyat). Teuku Markam Teuku Markam tumbuh lalu menjadi pemuda dan memasuki pendidikan wajib militer di Koeta Radja (Banda Aceh sekarang) dan tamat dengan pangkat letnan satu. Teuku Markam bergabung dengan Tentara Rakyat Indonesia (TRI) dan ikut pertempuran di Tembung, Sumatera Utara bersama-sama dengan Jendral Bejo, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin dan lain-lain. Selama bertugas di Sumatera Utara, Teuku Markam aktif di berbagai lapangan pertempuran. Bahkan ia ikut mendamaikan clash antara pasukan Simbolon dengan pasukan Manaf Lubis. Sebagai prajurit penghubung, Teuku Markam lalu diutus oleh Panglima Jenderal Bejo ke Jakarta untuk bertemu pimpinan pemerintah. Oleh pimpinan, Teuku Markam diutus lagi ke Bandung untuk menjadi ajudan Jenderal Gatot Soebroto. Tugas itu diemban Markam sampai Gatot Soebroto meninggal dunia. Adalah Gatot Soebroto pula yang mempercayakan Teuku Markam untuk bertemu dengan Presiden Soekarno. Waktu itu, Bung Karno memang menginginkan adanya pengusaha pribumi yang betul-betul mampu menangani masalah perekonomian Indonesia. Tahun 1957, ketika Teuku Markam berpangkat kapten (NRP 12276), ia kembali ke Aceh dan mendirikan PT Karkam. Ia sempat bentrok dengan Teuku Hamzah (Panglima Kodam Iskandar Muda) karena "disiriki" oleh orang lain. Akibatnya Teuku Markam ditahan dan baru keluar tahun 1958. Pertentangan dengan Teuku Hamzah berhasil didamaikan oleh Sjamaun Gaharu. Keluar dari tahanan, Teuku Markam kembali ke Jakarta dengan membawa PT Karkam. Perusahaan itu dipercaya oleh Pemerintah RI mengelola rampasan perang untuk dijadikan dana revolusi. Selanjutnya Teuku Markam benar-benar menggeluti dunia usaha dengan sejumlah aset berupa kapal dan beberapa dok kapal di Palembang, Medan, Jakarta, Makassar, Surabaya. Bisnis Teuku Markam semakin luas karena ia juga terjun dalam ekspor - impor dengan sejumlah negara. Antara lain mengimpor mobil Toyota Hardtop dari Jepang, besi beton, plat baja dan bahkan sempat mengimpor senjata atas persetujuan Departemen Pertahanan dan Keamanan (Dephankam) dan Presiden. Komitmen Teuku Markam adalah mendukung perjuangan RI sepenuhnya termasuk pembebasan Irian Barat serta pemberantasan buta huruf yang waktu itu digenjot habis-habisan oleh Soekarno. Hasil bisnis Teuku Markam konon juga ikut menjadi sumber APBN serta mengumpulkan sejumlah 28 kg emas untuk ditempatkan di puncak Monumen Nasional (Monas). Sebagaimana kita tahu bahwa proyek Monas merupakan salah satu impian Soekarno dalam meningkatkan harkat dan martabat bangsa. Peran Teuku Markam menyukseskan Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) Asia Afrika tidak kecil berkat bantuan sejumlah dana untuk keperluan KTT itu. Teuku Markam termasuk salah satu konglomerat Indonesia yang dikenal dekat dengan pemerintahan Soekarno dan sejumlah pejabat lain seperti Menteri PU Ir Sutami, politisi Adam Malik, Soepardjo Rustam, Kaharuddin Nasution, Bustanil Arifin, Suhardiman, pengusaha Probosutedjo dan lain-lain. Pada zaman Soekarno, nama Teuku Markam memang luar biasa populer. Sampai-sampai Teuku Markam pernah dikatakan sebagai kabinet bayangan Soekarno. Sejarah kemudian berbalik. Peran dan sumbangan Teuku Markam dalam membangun perekonomian Indonesia seakan menjadi tiada artinya di mata pemerintahan Orba. Ia difitnah sebagai PKI dan dituding sebagai koruptor dan Soekarnoisme. Tuduhan itulah yang kemudian mengantarkan Teuku Markam ke penjara pada tahun 1966. Ia dijebloskan ke dalam sel tanpa ada proses pengadilan. Pertama-tama ia dimasukkan tahanan Budi Utomo, lalu dipindahkan ke Guntur, selanjutnya berpindah ke penjara Salemba, Jl. Percetakan Negara. Lalu dipindah lagi ke tahanan Cipinang, dan terakhir dipindahkan ke tahanan Nirbaya, tahanan untuk politisi di kawasan Pondok Gede Jakarta Timur. Tahun 1972 ia jatuh sakit dan terpaksa dirawat di RSPAD Gatot Subroto selama kurang lebih dua tahun. Peralihan kekuasaan dari Soekarno ke Soeharto membuat hidup Teuku Markam menjadi sulit dan prihatin. Ia baru bebas tahun 1974. Ini pun, kabarnya, berkat jasa-jasa baik dari sejumlah teman setianya. Teuku Markam dilepaskan begitu saja tanpa ada kompensasi apapun dari pemerintahan Orba. "Memang betul, saat itu Teuku Markam tidak akan menuntut hak-haknya. Tapi waktu itu ia kan tertindas dan teraniaya," kata Teuku Syauki Markam, salah seorang putra Teuku Markam. Soeharto selaku Ketua Presidium Kabinet Ampera, pada 14 Agustus 1966 mengambil alih aset Teuku Markam berupa perkantoran, tanah dan lain-lain yang kemudian dikelola PT. PP Berdikari yang didirikan Suhardiman untuk dan atas nama pemerintahan RI. Suhardiman, Bustanil Arifin, Amran Zamzami (dua orang terakhir ini adalah tokoh Aceh di Jakarta) termasuk teman-teman Markam. Namun tidak banyak menolong mengembalikan asset PT Karkam. Justru mereka ikut mengelola aset-aset tersebut di bawah bendera PT PP Berdikari. Suhardiman adalah orang pertama yang memimpin perusahaan tersebut. Dijajaran direktur tertera Sukotriwarno, Edhy Tjahaja, dan Amran Zamzami. Selanjutnya PP Berdikari dipimpin Letjen Achmad Tirtosudiro, Drs Ahman Nurhani, dan Bustanil Arifin SH. Pada tahun 1974, Soeharto mengeluarkan Keppres N0 31 Tahun 1974 yang isinya antara lain penegasan status harta kekayaan eks PT Karkam/PT Aslam/PT Sinar Pagi yang diambil alih pemerintahan RI tahun 1966 berstatus "pinjaman" yang nilainya Rp 411.314.924,29 sebagai penyertaan modal negara di PT. PP Berdikari. Kepres itu terbit persis pada tahun dibebaskannya Teuku Markam dari tahanan. Proyek Bank Dunia Sekeluar dari penjara, tahun 1974, Teuku Markam mendirikan PT. Marjaya dan menggarap proyek-prorek Bank Dunia untuk pembangunan infrastruktur di Aceh dan Jawa Barat. Tapi tidak satupun dari proyek-proyek raksasa yang dikerjakan PT Marjaya baik di Aceh maupun di Jawa Barat, mau diresmikan oleh pemerintahan Soeharto. Proyek PT Marjaya di Aceh antara lain pembangunan Jalan Bireuen - Takengon, Aceh Barat, Aceh Selatan, Medan-Banda Aceh, PT PIM dan lain-lain. Teuku Syauki menduga, Rezim Orba sangat takut apabila Teuku Markam kembali bangkit. Untuk itulah, kata Teuku Syauki, proyek-proyek Markam "dianggap" angin lalu. Teuku Markam meninggal tahun 1985 akibat komplikasi berbagai penyakit di Jakarta. Sampai akhir hayatnya, pemerintah tidak pernah merehabilitasi namanya. Bahkan sampai sekarang.
SUMBER | http://blogoenik.blogspot.com/2012/11/orang-yang-menyumbang-emas-di-puncak.html#ixzz2kKScQDnD

Desember, Menteri Ekonomi Israel Kunjungi Indonesia

Menteri Perekonomian Rezim Zionis Israel, Naftali Bennett dijadwalkan akan mengunjungi Indonesia pada bulan Desember 2013. Surat kabar Zionis, Yedioth Ahronoth menulis, kunjungan Bennett akan menjadi kunjungan pertama oleh menteri Israel sejak tahun 1993. Demikian dilaporkan ISNA, Ahad (10/11). Surat kabar tersebut menambahkan, Indonesia yang mayoritas penduduknya Muslim tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel. Menurut rencana, Bennett akan mengambil bagian dalam konferensi tingkat menteri Organisasi Perdagangan Dunia di Jakarta bersama perwakilan dari lebih dari 150 negara Berdasarkan leporan tersebut, ketika Indonesia setuju untuk menjadi tuan rumah konferensi itu, berarti pemerintah Jakarta setuju untuk mengizinkan pejabat-pejabat Israel berpartisipasi dan berjanji untuk tidak menciptakan kesulitan bagi delegasi Israel Bennett dan semua rombongannya telah menerima visa tanpa masalah Israel menekankan pentingnya kunjungan tersebut dan berharap lawatan itu akan membantu mendapatkan akses ke pasar baru di Asia, khususnya di negara-negara yang tidak memiliki hubungan diplomatik denganTel Aviv, yakni Indonesia dan Malaysia Israel pada tahun 2004 memberikan bantuan kemanusiaan dan medis kepada Indonesia menyusul bencana tsunami. Di masa itu, Ron Prosor, pejabat senior Tel Aviv bersama relawan Israel mengunjungi Indonesia, namun pemerintah Jakarta tidak mengizinkan mereka untuk turun dari pesawat. (IRIB Indonesia/RA)

Sekjen Hizbullah: Operasi Ahmed Qassir, Awal Kemenangan Muqawama

Sekretaris Jenderal Gerakan Muqawama Lebanon (Hizbullah), Sayid Hasan Nasrullah menilai operasi mati syahid Ahmed Qassir sebagai awal kemenangan Muqawama Islam Lebanon dalam melawan rezim Zionis Israel. Hal itu disampaikan Nasrulah dalam pidatonya di malam ke-7 Muharram di kompleks Sayidu al-Syuhada, Lebanon, Ahad (10/11). Demikian dilaporkan FNA. Sekjen Hizbullah menegaskan, operasi syahid Ahmed Qassir telah menimbulkan kerugian besar terhadap rezim Zionis Israel, di mana 120 perwira dan tentara Israel tewas. Nasrulllah lebih lanjut menganggap operasi tersebut sebagai dasar operasi syahid dan menyebut Ahmed Qassir sebagai komandan pasukan mati syahid yang telah menjalankan operasi khususnya di markas komando Israel. Sekjen Hizbullah mengatakan, kami berharap akan selalu mengingat hari kesyahidannya selama hidup kami dan mempengaruhi kami dan keturunan kami "Kami tidak akan pernah melupakan para Syuhada," tegasnya. Nasrullah menandaskan, "Kita ingat bahwa Ariel Sharon ketika menjabat sebagai Menteri Peperangan Israel, hadir bersama pasukannya dalam merusak gedung-gedung dan mengungkapkan keprihatinan dengan muka muram. Ia adalah orang yang meyakini bahwa Israel masuk ke Lebanon dan menjadikan negara ini sebagai jajahannya untuk selamanya." Lebih lanjut Sekjen Hizbullah mengatakan, pasca operasi syahid Ahmed Qassir, muncul orang-orang dari Hizbullah dan Gerakan Amal serta berbagai gerakan Muqawama lainnya untuk melakukan operasi serupa, dan pengorbanan mereka telah mengantarkan kepada kemenangan, martabat dan posisi yang diinginkan. Di bagian lain pidatonya, Nasrullah menuturkan, melalui bentrok dengan Israel kami memahami pentingnya komitmen kepada pernyataan Imam Khomeini dan Sayid Ali Khamenei, Pemimpin Besar Revolusi Islam Iran. "Kami tidak akan masuk ke jalan menapun kecuali kami telah yakin bahwa jalan tersebut diridhai oleh Allah Swt," pungkasnya. (IRIB Indonesia/RA)

Mengenal Pahlawan Perempuan yang Berjuang Lewat Tulisan: Rohana Kudus

Mengenal Pahlawan Perempuan yang Berjuang Lewat Tulisan: Rohana Kudus Rohana Kudus lahir di Koto Gadang, Sumatra Barat, pada tanggal 20 Desember 1884. Kemampuan membaca dan menulis diperolehnya tanpa melalui pendidikan formal. Rohana belajar menulis dan membaca pada ayahnya. Selain membaca dan menulis; bahasa Belanda, abjad Arab, Latin, Arab-Melayu, ia juga belajar hal-hal keputrian seperti menyulam, menjahit, merenda, dan merajut. Itu dipelajarinya dari istri pejabat Belanda atasan ayahnya. Di Koto Gadang, Rohana berupaya mewujudkan cita-citanya untuk membebaskan kaum perempuan dari diskriminasi pendidikan, dengan mendirikan sebuah sekolah keterampilan khusus perempuan. Rohana menerbitkan surat kabar perempuan pertama di Indonesia pada tanggal 10 Juli 1912, yang diberi nama ”Sunting Melayu”. Surat kabar tersebut dapat dikatakan merupakan surat kabar perempuan pertama, bukan karena isinya membahas masalah-masalah perempuan semata, melainkan karena pemimpin redaksi, redaktur, dan penulisnya, semua adalah perempuan. Selain membahas masalah perempuan, surat kabar ini juga mengupas masalah politik dan sosial di Sumatera Barat. Surat kabar tersebut banyak memberikan kontribusi yang sangat penting dalam sejarah gerakan perempuan Indonesia dan makin mempercepat perkembangan wacana kemajuan kaum perempuan. Rohana menulis, "Perputaran zaman tidak akan pernah membuat perempuan menyamai laki-laki. Perempuan tetaplah perempuan dengan segala kemampuan dan kewajibannya. Yang harus berubah adalah perempuan harus mendapat pendidikan dan perlakuan yang lebih baik. Perempuan harus sehat jasmani dan rohani, berakhlak dan berbudi pekerti luhur, taat beribadah, yang kesemuanya hanya akan terpenuhi dengan mempunyai ilmu pengetahuan”. (Sumber: "Pendidikan, Kunci Kemajuan Perempuan", karya Dr. Linda Sunarti, dosen sejarah UI, dimuat dalam buku A Note From Tehran)

KENAPA BOT BANTUAN MENSOS DI TELANTARKAN ??

ACEH JAYA | DiliputNews.com – Sebanyak 12 unit boat bantuan Menteri Sosial RI tahun 2010, berukuran 7×2 meter yang terbuat dari bahan fiber dengan kapasitas Gross Tone (GT), di Kabupaten Aceh Jaya, tidak dapat dimanfaatkan untuk melaut. Sehingga bopat bantuan tersebut di nilai hanya sia-sia. Boat bantuan Mensos tersebut diserahkan secara simbolis oleh Bupati Aceh Jaya pada awal tahun 2011 lalu, untuk sejumlah pasantren di Aceh Jaya. Penyerahan baot-boat tersebut diharapkan agar pesantren dapat menambah pendapatan melalui boat bantuan yang dikelola oleh masing-masing pesantren Sejumlah boat bantuan tersebut saat ini berada di TPI Gampong Blang, Kecamatan Krueng Sabee, dan di Gampong Kuala Lamno, Kecamatan Jaya, dalam kondisi sudah menjadi rongsokan. Anggota komisi C DPRK Aceh Jaya, Saudi kepada Diliputnews.com, senin (16/9) mengatakan, boat bantuan Mensos tahun 2010 yang diberikan kepada pesantren di Aceh Jaya tersebut, kini sudah jadi bahan rongsokan.
“Sangat disayangkan bantuan yang diberikan tersebut telah mubazir dan sia-sia saja,” ujarnya Saudi Sementara itu, Ketua DPRK Aceh Jaya, Hasan Ahmad yang dimintai tanggapannya terkait boat tersebut mengatakan, penerima manfaat bukannya tidak mau menggunakan bantuan tersebut, tetapi memang tidak bisa difungsikan. “Boat bantuan itu selain pendek, mesin boat itu juga tidak bisa jalan kencang, sehingga tidak bisa digunakan untuk menangkap ikan di laut Aceh Jaya,” katanya. Dikatakan Hasan, Idealnya sebelum bantuan diberikan terlebih dahulu disurvey ke lapangan agar bantuan yang diberikan tepat sasaran, sesuai dengan kebutuhan daerah setempat. “Kondisi laut di Aceh Jaya berbeda dengan laut di daerah lain. Irama laut di sini membutuhkan boat yang lebih panjang, dengan mesin yang bisa jalan kencang,” ujar Hasan. (Red/FD) - See more at: http://diliputnews.com/read/23632/boat-bantuan-mensos-ri-terlantar-di-aceh-jaya.html#sthash.odLAPm40.dpuf

Mobil Berbahan Bakar AIR mungkinkah ??

Jakarta -Membuat mobil dengan bahan bakar 100 persen air dinilai bukan hal yang mustahil. Berbagai penelitian sudah dilakukan dan hasilnya memang terbukti bisa. SMKN 2 Langsa pun optimistis bisa mengembangkan mobil berbahan bakar air itu. Demikian disampaikan Kepala Sekolah SMK 2 Langsa Aceh Makmur Lingga di kantor detikcom, Jalan Warung Buncit, Jakarta, Jumat (10/2/2012). Saat ini WaVe++SMK, generator gas--yang berfungsi memecah molekul air (H20) menjadi dua atom hidrogen dan oksigen sehingga air berubah menjadi gas yang dapat digunakan sebagai bahan bakar-- sifatnya masih hanya membantu pembakaran bahan bakar minyak di mobil lebih sempurna sehingga menjadi lebih irit BBM. "Alat yang kami kembangkan ini jelas bukan hasil final. Kami berkeinginan nantinya alat ini bisa terus dikembangkan hingga memungkinkan kendaraan untuk berjalan dengan 100 persen air," ujarnya. Untuk mengembangkan mobil berbahan bakar air, pihaknya mengaku belum bisa dan butuh bantuan pemerintah. Apalagi teknologi ini sedang mulai berkembang, dan belum ada negara yang menjadikan teknologi bahan bakar air sebagai kebijikan resmi. "Saya sebagai rakyat Indonesia meminta pemerintah Indonesia untuk mengeluarkan kebijakan yang mendukung teknologi pengubah air menjadi bahan bakar. Sehingga Indonesia akan menjadi negara pertama di dunia yang membuat kebijakan menghemat BBM dengan air," ujarnya mantap. Bahkan kalau perlu, dirinya bisa memasang alat itu di kendaraan milik Presiden Susilo Bambang Yudhoyono. "Ini aman kok, dan saya tidak berbohong, karena alatnya sudah ada," ujarnya. Kalau Indonesia berani mengeluarkan kebijakan ini, lanjutnya, para peneliti dan ilmuwan akan semakin bergairah mengembangkannya. "Bahkan peneliti, ilmuwan dari seluruh dunia akan berduyun-duyun datang ke Indonesia dan jadilah tanah air kita tercinta sebagai yang terdepan di penguasaan teknologi bahan bakar air," ujarnya.