Rabu, 23 Oktober 2013

Tiap Jam, Tiga Pasangan Arab Saudi Bercerai

Jumlah kasus perceraian di Arab Saudi meningkat lebih dari 30 ribu tahun 2012. Rata-rata ada 82 kasus tiap hari, atau tiga pasangan tiap jamnya. Demikian ungkap studi yang dilakukan surat kabar Al-Eqtisadiah, seperti dikutip situs berita Arab News, Selasa, 22 Oktober 2013. Menurut studi itu, angka perceraian di Arab Saudi mencapai 2,5 kasus pada tiap seribu pria berusia di atas 15 tahun. Arab Saudi berada di peringkat kedua di antara negara Teluk setelah Bahrain. Angka perceraian di Bahrain tercatat 2,7 kasus per seribu orang. Oman menempati peringkat ketiga dengan 1,9 kasus per seribu pria. Peringkat keempat ditempati Qatar dengan 1,2 perceraian tiap seribu pria. Studi yang sama menunjukkan peningkatan kasus perceraian pada 2012 dibandingkan tahun 2010, yang berjumlah 75 kasus per hari. Data Kementerian Kehakiman Saudi menunjukkan 90 persen kasus, sekitar 27 ribu, perceraian terjadi pada orang Saudi yang menikahi orang Saudi juga. Perceraian pasangan pria non-Saudi yang menikahi wanita non-Saudi menempati peringkat kedua yakni tujuh persen atau 2.174 kasus.(TEMPO.CO.ID)

Selasa, 22 Oktober 2013

Situs berita Irak: Emir Muda Qatar Tembak Ayahnya Sendiri

Situs berita Irak, Noon Al Khabariya mengutip saksi mata di pengadilan Qatar melaporkan, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, Emir Qatar melepaskan tembakan ke arah ayahnya sendiri, Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani. Menurut laporan situs berita Irak yang dilansir, Selasa (22/10), seringnya istri mantan Emir Qatar, Sheikheh Mouzeh melakukan kunjungan ke wilayah pendudukan ditengarai menjadi faktor meningkatnya friksi Emir Qatar muda dengan ayahnya. Ditambahkan, istri Syeikh Hamad bin Khalifa Al Thani, mantan Emir Qatar yang menyerahkan kekuasaan kepada anaknya, Syeikh Tamim bin Hamad Al Thani, memiliki perusahaan minuman keras di Tel Aviv. Hammad bin Jassim bin Jabr Al Thani, mantan Menteri Luar Negeri Qatar juga ditangkap atas perintah Emir muda Qatar karena mengizinkan Mouzeh melakukan kunjungan ke Tel Aviv. Pertentangan terkait perebutan kekuasaan di Qatar sudah menjadi hal yang lumrah dan berkenaan dengan masalah ini mantan Emir Qatar pun merebut kekuasan dengan mengkudeta ayahnya. Sekarang giliran Emir muda Qatar yang berdiri menentang ayahnya sendiri. (IRIB Indonesia/HS)

Masih Banyak Bendera GAM Berkibar, Pangdam IM Tegaskan Bendera Bintang Bulan Tak Boleh Dikibarkan

MEULABOH - Panglima Kodam Iskandar Muda (Pangdam IM), Mayjen TNI Pandu Wibowo kembali meminta masyarakat di Aceh agar tidak mengibarkan dulu bendera Aceh bintang bulan. Pasalnya, bendera tersebut hingga saat ini masih dalam pembahasan dan belum disetujui oleh pemerintah pusat.

Sofyan Dawod Bakar Semangat Ribuan Massa Saiful/Iqbal ( Calon Bupati Pidie Jaya )

MEUREUDU - Kampanye terbuka pasangan cabup/cawabup Pidie Jaya nomor urut 1, Saiful Bahri/Iqbal Idris, di lapangan sepakbola Kota Meureudu, Senin (21/10) kemarin, berlangsung meriah. Sejumlah elit GAM yang membidani lahirnya Partai Nasional Aceh (PNA), ikut hadir dan membakar semangat massa yang datang dari delapan kecamatan di kabupaten pemekaran dari Pidie ini. Yel-yel dukungan terhadap cabup/cawabup Saiful/Iqbal terdengar membahana, terutama saat mantan jubir militer GAM, Sofyan Dawod menyampaikan orasi politiknya. Amatan Serambi, massa mulai menyesaki arena kampanye sejak pukul 15.30 WIB. Massa datang dengan menggunakan ratusan mobil bak terbuka, minibus, serta sepeda motor. Mantan elit GAM, Sofyan Dawod yang tampil sebagai orator utama kampanye mengajak warga Pijay agar jangan terjebak dalam sistem pemerintahan yang telah terlanjur menipu masyarakat, termasuk terkait persoalan bantuan untuk anak yatim. Karena itu, Sofyan mengajak masyarakat memilih Saiful Bahri dan Iqbal Idris yang menurutnya sebagai sosok yang berani melawan kezaliman, ketidakadilan, serta kesombongan dalam membela kepentingan rakyat. Sementara mantan wali kota Sabang Munawarliza Zainal menyampaikan bahwa kehadirannya bersama beberapa tim juru runding GAM dalam proses penandatangan MoU damai di Helsinki, sebagai bentuk nyata dukungan kepada Saiful/Iqbal. Menurutnya, para perunding GAM ini menganggap Saiful/Iqbal adalah salah satu sosok mantan pejuang yang benar-benar membela kepentingan rakyat sebagaimana amanah MoU Helsinki. Saiful/Iqbal juga berjanji menggratiskan biaya pembajakan sawah selama dua tahun di delapan kecamatan, serta menggratiskan biaya pendidikan serta peningkatan kualitas pendidikan agama dan umum, sebagai upaya mewujudkan umat yang terbebas dari mental korupsi.(khabar Aceh)

DPT di Aceh bermasalah, anggota TNI/Polri masuk daftar pemilih

Merdeka.com - Daftar Pemilih Tetap (DPT) pada Pemilu 2014 di Aceh menuai banyak masalah. Mulai dari munculnya perbedaan jumlah desa antara data yang tercantum dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Aceh dengan yang dikeluarkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh, hingga persoalan munculnya nama anggota TNI dan Polri dalam DPT. Temuan ini hasil dari penelusuran yang dilakukan olen Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Aceh. Sedikitnya ada 5 permasalahan yang membuat DPT tidak beres. Di antaranya pemilih tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK), Nomor Kartu Keluarga (NKK), pemilih ganda, meninggal dunia masih masuk dalam DPT serta masuknya nama anggota TNI dan Polri dalam DPT. Sesuai dengan Pergub Aceh Nomor 140/738/2012 tercatat 6.464 desa yang ada di seluruh Aceh. Akan tetapi KIP Aceh menetapkan hanya 6.455 desa. "Selisih 9 desa ini sangat berpengaruh terhadap DPT, juga berpengaruh terhadap jumlah kursi," kata Ketua Bawaslu Aceh, Askalani, Senin (21/10) di ruang kerjanya. Menurut dia, selisih 9 desa itu berpotensi selisih suara mencapai 9000 suara di seluruh Aceh. Oleh karena itu, Askalani meminta KIP Aceh untuk memperbaiki kembali DPT yang telah diumumkan itu. "Ini penting untuk diperbaiki, agar semua warga negara yang sudah berhak memiliki bisa mendapatkan hak suaranya, ini amanah undang-undang," tukasnya. Selain itu, Bawaslu Aceh juga menemukan di Kabupaten/Kota pemilih dari unsur TNI dan Polri. Ada juga pemilih ganda dan bahkan yang lebih miris warga yang sudah meninggal juga masih masuk dalam DPT. "Itu belum lagi ada yang tidak memiliki Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan Nomor Kartu Keluarga (NKK), dalam DPT tersebut masih terdapat itu," lanjutnya. Oleh karena itu, dalam waktu dekat Bawaslu Aceh akan menyurati KIP Aceh dan Panwaslu Kabupaten/Kota untuk melakukan pemeriksaan kembali temuan tersebut. "Kita akan perintahkan Panwaslu kabupaten/kota untuk mendata ulang DPT, termasuk mengirim surat kepada KIP Aceh untuk mengevaluasi dan memperbaikinya. Prinsipnya semua warga negara yang punya hak memilih dapat memberikan suaranya pada Pemilu 2014," ujarnya.

GEMPA KEMBALI GUNCANG ACEH

Gempa 5.6 SR yang mengguncang Aceh pada pukul 12.40 WIB, Selasa (22/10/2013) dilaporkan menimbulkan kerusakan di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie. Informasi sementara yang dihimpun Serambinews.com menyebutkan, sejumlah bangunan di beberapa desa di Kecamatan Tangse ada yg rusak parah ada juga yang retak-retak namun belum ada laporan korban manusia atau harta benda. Kawasan-kawasan yang mengalami kerusakan antara lain Keude Tangse, Pulo Kawa, Lubok Badeuk, dan Krueng Meriam. Gempa itu sendiri, sebagaimana lapopran BMKG berpusat 16 km barat daya Kabupaten Aceh Besar dengan kedalaman 10 km. Gempa sempat membuat panik masyarakat Kota Banda Aceh dan Aceh Besar yang waktu itu bersamaan dengan waktu shalat zuhur.(*)

Senin, 21 Oktober 2013

Kemana ulama ulama kita, Kenapa Tidak Sesohor Dulu !!

SYARIAT ISLAM ACEH, ADALAH YANG TERLUCU DAN TERANEH DIDUNIA !! syariat islam disini belum mampu menjwab persoalan korupsi, kemiskinan, ekonomi dan pariwisata,,,, di beberapa negara timur tengah justru sektor pariwisata menyumbang bagian besar devisa buat negara padahal mereka menerapkan HUKUM ISLAM...Kemana ulama2 kita, Kenapa Tidak Sesohor Dulu !! Beberapa situs pemerhati korupsi, mengatakan bahwa Provinsi Aceh termasuk dalam 10 besar provinsi terkorup di indonesia.